Jemput Calon Istri untuk Foto Prewedding, Calon Pengantin Tewas Dibunuh, Pertanyaan Terakhirnya Pilu


Rio Pambudi Wicaksono, calon pengantin asal Palembang Sumatera Selatan tewas dibunuh saat hendak foto prewedding dengan calon istrinya.
Niat hati menjemput calon istrinya untuk melakukan foto prewedding, nyawa Rio Pambudi Wicaksono justru tewas di tangan tetangganya sendiri.
Anna Susana, ibunda korban menceritakan saat itu putranya sudah berdandan rapi untuk menjemput calon istrinya yang hendak foto prewedding.
Namun saat sedang memanasi motor, Rio Pambudi Wicaksono tiba-tiba dikeroyok oleh empat tetangganya.
Para pelaku diketahui sempat menusuk dada kiri Rio hingga terluka lalu kabur.
Sayangnya saat hendak dilarikan ke rumah sakit, nyawa Rio tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Diketahui Rio berencana menikah bulan September mendatang ini dan hendak melaksanakan foto prewedding.
“Pagi itu itu Rio ditelepon calon istrinya. Katanya mau foto prewedding. Jadi Rio sudah waktu itu berpakaian dan berdandan rapi sedang memanaskan motor honda scoopy miliknya,” ungkap Ana seperti dilansir dari TribunSumsel.
Saat Rio menyalakan motornya, ada dua diduga pelaku yang sedang duduk di rumah kosong seberang kediaman korban.
Mereka seolah kesal karena suara motor yang dinilai mengganggu.
Kemudian terjadi cekcok antara Rio dengan dua orang diduga pelaku itu. Selang beberapa saat, datang dua orang diduga pelaku lainnya.
“Saya rasa itu mengada-ada, seberapa besar sih suara knalpot honda scoopy. Punya Rio itu knalpot asli bukan knalpot modifikasi. Mereka itu sepertinya memang memancing keributan,” katanya.
Anna dan kakak Rio, Melisa kemudian keluar dari rumah untuk memisahkan cekcok yang sudah mengarah ke kontak fisik.
Saat itu, Melisa sempat mengambil video perkelahian itu.
“Saya dan Melisa didorong menjauh dari Rio, padahal kami melerai perkelahian itu. HP melisa pun sempat mau direbut. Saya sampai ditendang sehingga terjatuh,” katanya
Hingga akhirnya Rio terkapar bersimbah darah di lokasi. Hingga akhirnya Rio terkapar bersimbah darah di lokasi.
Percakapan TerakhirAna mengungkapkan bahwa Rio masih sadar saat hendak dibawa ke rumah sakit.
Di dalam mobil yang membawanya ke rumah sakit, Rio masih sempat bicara dengan ibunya.
“Ibu aku sudah dak kuat, Ibu aku dak kuat,” kata Rio kepada Ana.
“Harus kuat kau nak,” kata Ana.
Tak berhenti di situ, Rio kembali bicara kepada ibunya.
“Masih jauh dak?”
“Lah dekat nak (Sudah dekat nak),” jawab Ana.
Setibanya di halaman rumah sakit masih sadar.
Namun Setelah masuk keruangan IGD, nafasnya mulai tersengal.
“Nafasnya tersengal, sudah sekali sekali,” katanya Ana.
Nyawa Rio tak terselamatkan saat petugas medis hendak melakukan rotgen.
“Darahnya itu tidak banyak keluar. Kata dokter darahnya itu masuk ke paru paru,” ucap Ana.
Saksi yang melihat kejadian penganiayaan, Ganda (36) mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WIB.
Saat itu, Ganda keluar rumah dan melihat korban sudah berada di sebelah rumahnya dengan luka tusukan di dada kiri.
“Tidak tau pasti kalau kejadian, pada pukul 10.00 WIB aku keluar lihat korban sudah berlari di dekat rumah aku dan dalam keadaan luka di dada kirinya,” kata Ganda, Minggu (19/7/2020).
Ganda mengatakan, pelaku merupakan satu keluarga yang kediamannya hanya berjarak satu rumah dari rumah korban.
“Pelaku itu rumahnya di dekat sinilah berjarak satu rumah dari rumah korban. Kalau motif tidak tahu karena apa, tapi pagi tadi memang Rio lagi manasi motor,” lanjutnya.
Menurutnya, pelaku yang berjumlah empat orang ini memang sudah sering cekcok dengan korban tapi tidak tidak tahu apa penyebabnya.
“Memang sering cekcok mulut pelaku ini, baru juga tinggal di sini kami juga tidak tahu keseharian pelaku itu seperti apa,” kata Ganda.
Setelah kejadian tersebut, pelaku pun melarikan diri. Tampak rumah pelaku pun kini kosong tidak terlihat ada penghuninya. Belum diketahui pasti motif pelaku tega melakukan perbuatannya.
Sementara itu sebelum kejadian, Rio diketahui sedang memanaskan motor miliknya di depan rumah.
Tiba-tiba saja pelaku langsung menegur dan menghampiri korban hingga terjadi keributan.
“Dia tadi sempat manasi motor, tiba-tiba dia (pelaku) ini mendatangi korban dan langsung melotot menatap sambil bilang kenapa kau nantang kami ?,” kata H (36) warga yang melihat kejadian tersebut, Minggu (19/7/2020).
Seketika pelaku menantang korban dan menghunuskan senjata tajam ke dada kiri korban.
Korban pun mengalami luka tusuk di bagian dada kirinya hingga meninggal dunia. Aksi pelaku ternyata tak berhenti di situ.
Diketahui bahwa istri pelaku sempat menahan ibu korban dengan cara menghalangi pergerakannya.
“Iya istrinya sempat juga menghadang ibu korban mungkin untuk menghalangi ibu korban. Kakanya juga sempat videokan tadi tapi hp sempat diambil oleh pelaku dan akhirnya dapat kembali oleh kakak korban. Kami tidak sempat melihat videonya,” lanjut H.
Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Ganda.
Dikatannya, A yang dikenal tempramental ternyata langsung mendekati korban sembari membawa senjata tajam jenis celurit.
Saat itu, Rio langsung dianiaya oleh A bersama dua anaknya yang lain.
“Pelaku ini mengeroyok korban di depan rumahnya. Pelaku juga bawa tiga anaknya. Waktu dikeroyok korban sempat lari,” kata Ganda saat berada di lokasi kejadian, Senin (20/7/2020).
Berdasarkan kesaksiannya, ibu Rio sempat berupaya menolong anaknya yang saat itu dikeroyok. Namun, seorang pelaku langsung memegangi ibu korban.
“Ibunya dipiting oleh anak pelaku waktu Rio ini dikeroyok,” ujar Ganda.
Terpisah, Kapolsek Ilir Barat 1 Palembang Kompol Yenni Diarty membenarkan informasi mengenai kejadian tersebut.
Yenny mengatakan, saat ini petugas sedang melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku.
“Pelakunya adalah tetangga korban sendiri. Sekarang kita masih mengejarnya, karena pelaku ini melarikan diri usai menganiaya korban,” kata Yenni.
Sumber: tribunnews.com