Pasangan PNS Mesum Hingga Pingsan di Dalam Mobil: Sang Istri Laporkan Kasus Perzinaan

Kasus perselingkuhan oknum PNS atau aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan berbuntut panjang.
Istri Zul (37), ANS yang kedapatan selingkuh dengan sesama rekan kerjanya hingga ditemukan pingsan di dalam mobil pekan lalu, akhirnya mengadu ke Polres Asahan.
Informasi yang didapat Tribun dari Polres Asahan, istri dari Zul (37) telah membuat laporan pengaduan pada Senin (8/6/2020).
Perempuan yang disebutkan berinisial AMS itu telah melaporkan suaminya atas kasus perzinaan.
Pengakuan AMS kepada petugas Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan, bahwa suaminya Zul (37), punya kebiasaan buruk, suka gonta-ganti wanita.
Ia dan Zul telah menikah selama 10 tahun.
Sebelumya, ia juga telah mengetahui dugaan perselingkuhan suaminya dengan wanita tersebut dari percakapan WhatsApp.
Namun, Zul bersikukuh jika dirinya dan H (39) hanya sebatas hubungan pekerjaan.
Kepada unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Asahan, AMS berharap agar Pemkab Asahan memberikan sanksi tegas kepada Zul dan wanita selingkuhannya tersebut.
Pasangan PNSAKBP Nugroho Dwi Karyanto mengungkap identitas keduanya.
Si wanita inisial H alias I berusia 39 tahun. Sedangkan sang pria inisial Zul berusia 37 tahun.
Bahkan keduanya tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau PNS, yang sama-sama bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan yang ditempatkan di wilayah kecamatan.
Sang pria, Zul (37) menjabat sebagai Korwil Dinas Pendidikan Asahan di Kecamatan Panca Rawang Arga.
Sedangkan si wanita, H (39) menjabat sebagai Bendahara di Dinas Pendidikan Asahan di Kecamatan Meranti. Terancam dicopot dari jabatannya.
Keduanya pun diketahui bukan pasangan suami istri yang sah. Si Zul (37) sudah memiliki istri dan anak.
Begitu juga halnya dengan si Mbak H (39) telah memiliki suami dan anak.
Artinya pasangan mesum di dalam mobil itu adalah pasangan selingkuh.
“Akan kami dalami setelah keduanya sembuh. Saat ini mereka masih di rumah sakit dan kondisinya belum stabil,” ujar AKBP Nugroho.
AKBP Nugroho mengatakan, hingga saat ini belum ada menemukan benda yang mencurigakan.
“Di dalam mobil dan sekitar mobil terparkir tidak ditemukan tanda-tanda atau benda mencurigakan, tapi akan tetap kita proses dan dalami,” ujarnya.
Sumber: tribunnews.com