Banten Sebar 1.000 Kondom Tekan Kehamilan Saat Pandemi Corona

Banten Sebar 1.000 Kondom Tekan Kehamilan Saat Pandemi Corona

Guna menekan angka kehamilan di Kota Banten saat massa pandemi Covid-19, sebanyak 1.000 alat kontrasepsi disebar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Alat kontrasepsi yang disebar secara gratis ini adalah kondom hingga pil KB. 
"Makanya kemarin kita coba, (bagi emak-emak yang) enggak sempat ke fasilitas (KB), takut covid-19 apalah, tempat praktek kesehatan kita kasih tuh kondom sama pil (KB) itu, kita sebarkan, jumlahnya 1.000 akseptor," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Kota Serang, Toyalis, Selasa, 23 Juni 2020.  
Berdasarkan data terbaru, jumlah ibu hamil di Kota Serang selama pandemi covid-19 memang bertambah, terlebih sejak adanya anjuran untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan bekerja dari rumah. Jika dilihat sejak ditemukannya kasus positif pertama di Indonesia, di bulan Maret, jumlah wanita hamil sebanyak 1.730 orang. Kemudian bertambah di bulan April, menjadi 2.066 wanita.
Karena itu, alat kontrasepsi itu dibagikan gratis di enam kecamatan yang ada di Kota Banten secara pintu ke pintu. Sehingga bagi ibu rumah tangga yang khawatir untuk datang ke klinik atau fasilitas KB, bisa mendapatkan pelayanan KB di rumahnya.
"Silahkan Bu (kader KB) kasih, ibu yang tahu kan di wilayah kerjanya, kan kader pos (KB) itu yang tahu. Saya langsung yang bagi, seperti di Curug, di Gelam. Dibagikan ke enam kecamatan di (setiap) kelurahan untuk menekan angka kehamilan,"  katanya.
Nantinya pembagian alat kontrasepsi akan lebih banyak dibagikan pada akhir Juni 2020, saat perayaan Hari Keluarga Nasional di Kota Serang. Bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan KB gratis, bisa datang ke fasilitas kesehatan di tingkat kelurahan atau klinik yang sudah bekerjasama dengan Pemkot Serang.
"Saat hari keluarga nasional. Silahkan masyarakat datang ke klinik dan pos KB di hari itu, tanggal 29 ada pembagian lagi. Kalau mau kondom kita kasih, kalau mau suntik kita suntik, kalau mau implan kita pasang. Mudah-mudahan bisa lebih dari seribu (alat kontrasepsi yang dibagi). Lock down kan harus di rumah saja," katanya.