Terus Bekerja Meski Takut Tertular C0r0na, P55K Garut Tetapkan Kriteria Ini Untuk Pelanggannya



Pandemi corona (COVID-19) tidak menghalangi sejumlah orang untuk terus melakukan pekerjaannya. Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) yang biasa "mangkal" di sudut Kota Garut, Jawa Barat, tetap bekerja meski sebagian lagi telah memilih untuk berdiam di rumah.

Salah seorang PSK dengan nama alias Maya memilih untuk tetap mangkal dan mencari pelanggan. Namun, ibu 2 anak tersebut mengaku lebih selektif dalam memilih lelaki hidung belang lantaran ia sendiri juga takut tertular COVID-19.

Lebih lanjut, Maya mengaku tetap merasa was-was saat bekerja. Pasalnya ia khawatir lelaki hidung belang yang dilayaninya terpapar COVID-19. Maya sendiri nekat untuk tetap bekerja karena himpitan ekonomi, ia mengaku harus tetap memberi makan kedua anaknya serta memenuhi kebutuhan Lebaran.

"Ya saya juga takut tertular Corona, jadi memilih laki-laki yang sudah dikenali dan berdomisili di Garut," ungkap Maya dilansir VIVA News pada Rabu (6/5). "Apalagi sekarang puasa sebentar lagi lebaran, anak-anak juga ingin seperti anak lainnya.

Pada saat mangkal, Maya mengku tidak menggunakan masker atau membawa hand sanitizer seperti yang kerap dianjurkan oleh pemerintah. "Kalau saya pakai masker, enggak laku dong," jelas Maya.

Dalam situasi normal, Maya biasanya bisa membawa pulang uang sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun dalam situasi pandemi corona seperti sekarang, penghasilan Maya jauh berkurang, hingga bahkan tidak bisa membawa pulang uang sama sekali.

"Asal dapat buat makan saja sudah untuk," pungkas Maya. "Uyuhan (masih untung) ada pelanggan juga."

Di sisi lain, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Garut sendiri diberlakukan secara parsial mulai Rabu (6/5) hari ini. PSBB tersebut akan dilakukan di 14 kecamatan yang terbagi dalam 3 zona.

Zona pertama ada di wilayah perkotaan yang meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Cilawu, Karangpawitan dan Banyuresmi. Lalu zona kedua ada di wilayah Kecamatan Wanaraja, Cibatu, Selaawi, Limbangan dan Kadungora. Dan zona ketiga ada di wilayah Cigedug, Cisurupan dan Cikajang yang ada di wilayah selatan Garut.