Kisah Rian dan Tiwi Tetap Menikah Meski Sedang Ramai C0r0na, Saat Akad Nikah Pakai APD


Kisah Rian dan Tiwi Tetap Menikah Meski Ada Wabah Covid 19, Saat Akad Nikah Pakai APD



Wabah covid 19 atau virus corona tak menyurutkan niat sepasang kekasih untuk melangsungkan pernikahan.
Memang tak seperti pernikahan pada umumnya.
Rian dan Tiwi sepangan pengantin ini menikah dengan berbagai keterbatasan.
Rian dan Tiwi usai prosesi pernikahan mereka di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona. 
Rian dan Tiwi usai prosesi pernikahan mereka di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona.  (Rahdian Trijoko Pamungkas/Tribun Jateng)

Tak ada pesta, tak banyak yang hadir.
Hal lain yang berbeda juga saat akad nikah Rian dan Tiwi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Pernikahan ini berlangsung di Kabupaten Purbalingga.
Rian, warga Lampung dan Tiwi warga Purbalingga melakukan akad nikah dengan menggunakan pakaian yang tak lazim tersebut karena pernikahannya di saat terjadi wabah Covid-19.
Lockdown atau karantina sebuah dusun di Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga tak menyurutkan pasangan pengantin ini untuk tetap melaksanakan pernikahan.
Meskipun dalam pelaksanaannya, mereka yang hendak menempuh hidup baru harus di lapangan balai desa setempat, Rabu (1/4/2020).
Pernikahan pun terpaksa dilakukan secara sederhana.

Wabah covid 19 atau virus corona tak menyurutkan niat sepasang kekasih untuk melangsungkan pernikahan.
Memang tak seperti pernikahan pada umumnya.
Rian dan Tiwi sepangan pengantin ini menikah dengan berbagai keterbatasan.
Rian dan Tiwi usai prosesi pernikahan mereka di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona. 
Rian dan Tiwi usai prosesi pernikahan mereka di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona.  (Rahdian Trijoko Pamungkas/Tribun Jateng)

Tak ada pesta, tak banyak yang hadir.
Hal lain yang berbeda juga saat akad nikah Rian dan Tiwi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Pernikahan ini berlangsung di Kabupaten Purbalingga.
Rian, warga Lampung dan Tiwi warga Purbalingga melakukan akad nikah dengan menggunakan pakaian yang tak lazim tersebut karena pernikahannya di saat terjadi wabah Covid-19.
Lockdown atau karantina sebuah dusun di Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga tak menyurutkan pasangan pengantin ini untuk tetap melaksanakan pernikahan.
Meskipun dalam pelaksanaannya, mereka yang hendak menempuh hidup baru harus di lapangan balai desa setempat, Rabu (1/4/2020).
Pernikahan pun terpaksa dilakukan secara sederhana.

"Kalau pengantin perempuan (Tiwi) kebetulan dusunnya sedang di lockdown."
"Pengantin perempuan bukan termasuk warga yang kontak langsung dengan pasien positif corona."
"Meski begitu kami juga mengharuskan pengantin perempuan menggunakan APD," jelasnya.

Menurutnya, prosesi pernikahan hanya disaksikan tujuh orang.
Tidak ada warga satupun yang menyaksikan prosesi pernikahan.
"Kebetulan di depan balai desa ada Puskemas pembantu. Jadi saat pelaksanaan juga terdapat petugas medis," ujarnya.
Dia menuturkan, tidak ada pesta setelah prosesi ijab kabul.
Pesta ditunda tahun depan dan pengantin wanita langsung diboyong pengantin pria ke Lampung.
"Habis ijab kabul kami beri waktu beberapa waktu berpamitan dan mereka berangkat ke Lampung," tutur dia.
Alasan Digelar di Balai Desa

Pelaksanaan pernikahan tersebut juga tidak berjalan mulus.
Latif mengatakan, prosesi pernikahan sempat ditolak masyarakat yang ada di dusun tersebut.
"Masyarakat menolak pelaksanaan prosesi itu."

"Oleh sebab itu prosesi pernikahan kami pindahkan di depan balai desa," tutur dia.
Menurut dia, kondisi satu dusun di desanya tersebut masih dalam keadaan lockdown hingga 9 April 2020.
Pihaknya akan membuka kembali dusun itu jika kondisi telah normal.
"Sekarang tugas kami bagaimana menguatkan masyarakat agar tidak ketakutan."
"Ada satu hal lagi, yakni menghilangkan stigma masyarakat Gunungwuled sebagai pemapar virus corona," kata dia.
Adanya stigma tersebut, membuat warganya pun dikucilkan.
Bahkan ada warganya yang tidak bisa diterima.
"Ekstremnya warga akan membeli sesuai di toko di tetangga desa, ditolak," imbuhnya.
Dia berusaha agar masyarakat di desanya tidak dikucilkan.
Dia ingin warganya bisa kembali bersosialisasi dengan masyarakat lain.
"Kami masih berpikir bagaimana caranya masyarakat di desa kami bisa bersosialisasi tanpa dikucilkan," tukasnya.
Sementara itu, Kapolsek Rembang, AKP Sunarto membenarkan adanya prosesi pernikahan di desa Gunungwuled.
Namun dalam pelaksanaannya tidak diizinkan adanya resepsi.
"Kalau akad nikah boleh. Kalau resepsi kami tidak memperbolehkan," tutur dia.
Menurut dia, prosesi pernikahanan hanya boleh dihadiri penghulu, saksi, dan kedua mempelai.
Pihaknya melarang adanya kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.
"Ada beberapa tempat yang mau melaksanakan hajatan. Tapi sudah kami imbau sebelum pelaksanaan," tuturnya.
AKP Sunarto mengatakan, hingga saat ini baru satu desa yakni Desa Gunungwuled yang melaksanakan hajatan.
Ada beberapa desa yang akan melaksanakan hajatan, namun semuanya membatalkan acara setelah diberi imbauan, baik secara lisan maupun tertulis.
"Setelah didatangi dan disurati serta diberikan maklumat akhirnya pada mundur semua."
"Bahkan masyarakat setempat juga akan membubarkan sendiri bila ada yang nekat menggelar hajatan," tutur dia. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)
Artikel ini telah tayang di Tribunbanyumas.com dengan judul Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan
Artikel ini telah tayang di Tribunews.com dengan judul Cerita Sepasang Pengantin Lakukan Akad Nikah Kenakan APD, Tak Satu pun Tetangga yang Hadir


Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kisah Rian dan Tiwi Tetap Menikah Meski Ada Wabah Covid 19, Saat Akad Nikah Pakai APD, https://manado.tribunnews.com/2020/04/03/kisah-rian-dan-tiwi-tetap-menikah-meski-ada-wabah-covid-19-saat-akad-nikah-pakai-apd?page=4.

Editor: Handhika Dawangi