Kades di Sumut Kepergok Cabul! Ngakunya Minta Minum, Malah Ingin Perkosa Mama Muda

Ngakunya Minta Minum, Kades di Sumut Malah Ingin Perkosa Mama Muda



Aksi cabul Kades ini memanfaatkan momentum saat menyemprot disinfektan. Miris banget!
Seorang oknum kepala desa (Kades) di salah satu desa kawasan Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut) kepergok hendak memperkosa salah satu warganya saat melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19.

Warga yang geram pun membuat surat terbuka kepada bupati dan camat setempat supaya memberikan hukuman tegas kepada kades cabul tersebut.

Lantas, bagaimana kronologi lengkap kasus Kades di Sumut hendak cabuli gadis desa ini?

1.
Kades di Sumut cabuli warga

Kantor Kepala Desa Perkebunan Halimbe, Sumatera Utara. | www.sumut24.co
Dilansir dari Detik.com, Jum’at (17/4), terbongkarnya aksi cabul seorang Kades di Sumut ini bermula dari kegiatan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan Covid-19 yang terjadi pada Rabu (15/4) lalu.

Kegiatan ini sendiri diketahui merupakan salah satu program dari perusahaan yang berada di Desa Perkebunan Halimbe kepada para karyawannya.



Saat itu Kades yang juga turut serta memantau proses penyemprotan ikut masuk memantau ke dalam rumah warga.

Ketika giliran rumah korban disemprot, pelaku pun ikut masuk ke rumah hingga proses penyemprotan selesai. Alih-alih keluar dan melanjutkan tugasnya, pelaku malah meminta minum kepada korban.

Namun entah apa yang merasuki pikiran kepala desa ini, dirinya malah membekap korban dan mulai melakukan aksi cabul.

Korban yang saat itu tidak bisa melawan berhasil meloloskan diri setelah anak korban melihat aksi bejat si kepala desa.

Kondisi lantai yang saat itu masih licin karena penyemprotan membuat pelaku tak bisa melarikan diri hingga akhirnya diamankan oleh warga.

Baca Juga: Pemerintah Ekuador Gunakan Kontainer untuk Simpan Mayat Positif Corona

2.
Warga tuntut kades cabul di copot

Ilustrasi: Pencabulan | www.lensawarga.com
Akibat perbuatan tak terpuji si kades, warga desa di Labuhanbatu Utara pun melakukan protes keras dan meminta agar pelaku segera dicopot dari jabatannya.

Hal itu disampaikan oleh warga dalam sebuah surat terbuka yang dialamatkan pada bupati dan camat setempat.

“kami atas nama masyarakat Desa Perkebunan Halimbe, yang bertanda tangan di bawah ini, bahwa kami merasa keberatan atas tindakan amoral kepala desa kami,” isi surat tersebut.

“Kami mohon supaya dicopot dari jabatan Kepala Desa Perkebunan Halimbe,”


Camat Aek Natas Rojali pun membenarkan adanya tuntutan warga yang ingin kades cabul tersebut dicopot dari jabatannya.

Dirinya pun menjelaskan, kewenangan untuk mencopot seorang kepala desa bukan berada di camat melainkan bupati.

Kasus ini sendiri, menurut Rojali sudah sempat dilaporkan ke polsek sekitar namun yang terjadi masih perundingan dan percobaan untuk damai dari kedua belah pihak.

“Setahu saya, memang kemarin sudah dilaporkan oleh korban. Kalau di polsek nggak ada di pengakuannya, karena kan kemarin itu menyangkut PPA. Jadi pihak polsek mengarahkan ke polres,”

“Setau saya, ya istilahnya, berdamailah mereka (korban dan pelaku) itu,” jelasnya.