Banyak Orang Suka Berhubungan S33ks di Mobil, Padahal Denda Rp91 Juta

Hasil gambar untuk mobil bergoyang

Mobil bukan sekadar alat transportasi, namun di dalam mobil juga bisa melakukan beragam kegiatan. Mulai dari makan, make up bagi kaum perempuan, hingga menjadi tempat istirahat atau tidur dalam keadaan tertentu.
Bahkan sebagian besar orang memanfaatkan mobil sebagai tempat berhubungan seks. Seperti dilansir Ekspress.co.uk, Senin 2 Maret 2020, menurut survei Select Car Leasing pada 2019, banyak pengguna mobil di Inggris berhubungan badan.
Parahnya lagi mereka melakukan seks di dalam mobil bukan saat berhenti di lahan parkir saja. Namun demi memuaskan fantasinya hubungan intim itu dilakukan ketika mobil berjalan di jalan raya. Sangat berbahaya bagi keselamatan.
Berdasarkan hasil survey tersebut, beberapa kota di Inggris seperti Swansea, Southampton, Chelmsford, dan Liverpool paling banyak melakukan hubungan seks di mobil. Dan 11 persen dari mereka menyukai berhubungan ketika mobil berjalan.
Padahal melakukan perbuatan tersebut melanggar hukum. Kepolisian di Negeri Ratu Elizabet itu akan memberikan sansksi sebesar 100 Poundsterling atau setara Rp1,8 juta sampai denda tertinggi mencapai 5.000 Poundsterling atau Rp91,6 juta.   
Seperti diketahui denda maksimal tersebut diberikan pada pengemudi bukan sekadar karena melakukan hubungan badan, tapi ditambah resiko kecelakaan. Mengingat sebagian besar pengemudi melakukan seks saat mobil dalam kondisi berjalan.
Pengamat otomotif Select Car Leasing, James O’Malley mengatakan, beberapa negara memiliki aturan berbeda-beda, terutama soal keselamatan. Namun di Inggris meski hubungan seks perbuatan legal tapi tidak disarankan melakukan di dalam mobil.
“Bahaya kalau hubungan intim itu dilakukan saat mobil berjalan, atau di lahan parkir dan dipergoki orang lain. Kalau orang yang mengetahui perbuatan itu tidak senang, maka dia bisa melaporkannya ke pihak berwajib,” ujar O’Malley.
Orang yang memergoki perbuatan seks di dalam mobil mempunyai banyak alasan untuk melaporkan ke kepolisian. Salah satunya, karena menggangu lingkungan sekitar, atau karena tidak pantas perbuatan seperti itu dipraktekan di ruang publik atau jalan umum.