Tahukah Anda? Gus Sholah Tolak Mentah-mentah Duit Konglomerat saat Pilpres

Tahukah Anda? Gus Sholah Tolak Mentah-mentah Duit Konglomerat saat Pilpres


 Pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020). Kepergian Gus Sholah meninggalkan dukacita mendalam bagi Tanah Air.
Selain menghaturkan doa, sejumlah pihak juga mengenang sosok Gus Sholah yang semasa hidupnya dikenal bijak dan sederhana. Salah satunya, diungkap oleh akun Instagram @ismaelalkholili, Senin (3/2).
Akun tersebut menyampaikan belasungkawa dengan membagikan foto Gus Sholah. Dalam narasi unggahannya, ia menyampaikan tulisan menggelitik mengenai pribadi Gus Sholah yang belum banyak diketahui orang.
Khususnya ketika Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2004, di mana Gus Sholah menjadi kandidat wakil presiden, mendampingi Wiranto sebagai kandidat presiden.
Keduanya bersaing melawan tiga pasangan kandidat lainnya yakni: Megawati Soekrnoputri - Hamzah Hasyim Muzadi, Amien Rais - Siswono Yudo Husodo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Muhammad Jusuf Kalla.
Akun @ismaelalkholili pun menerangkan sikap Gus Sholah ketika dijanjikan bayaran oleh seorang konglomerat, lewat percakapan yang dikutip dari tulisan Rijal Mumazziq.
Konglomerat yang dirahasiakan namanya itu, berniat mendukung pasangan Wiranto dan Gus Sholah saat Pilpres dengan memberikan sumbangan
"A: ada kabar baik, kiai (Gus Sholah). Ini ada calon donatur kampanye tim kita. Mau nyumbang sekian Em," tulisnya.
Mendapat tawaran sedemikian rupa, Gus Sholah lantas menanyakan identitas konglomerat tersebut.
Namun setelah mendapat informasi mengenai sosok itu, Gus Sholah secara terang-terangan memberikan penolakan.
"Gus Sholah: saya nggak mau nerima dana dari dia. Lebih baik saya nggak jadi wakil presiden saja dari pada saya menerima uang darinya," demikian jawaban Gus Sholah.
Kenangan Gus Sholah. (Instagram/@ismaelalkholilie)
Kenangan Gus Sholah. (Instagram/@ismaelalkholilie)
Sikap adik mendiang Presiden Gus Dur itupun, sontak menyentuh hati banyak orang hingga kepergiannya.
Meski saat Pilpres 2004, pasangan Wiranto dan Gus Sholah kalah di babak pertama karena menempati peringkat ketiga.
Untuk diketahui, Gus Sholah wafat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta pada Minggu (2/2) pukul 20.55 WIB

Rencananya, Gus Sholah dimakamkan di samping makam Gus Dur di kompleks pemakaman keluarga di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Senin pukul 16.00 WIB.
Kenangan Hotman Paris
Pengacara kondang Hotman Paris memiliki kenangan tersendiri dengan almarhum Salahuddin Wahid alias Gus Sholah.
Hotman sempat diberikan gelar "Gus" oleh adik almarhum Gus Dur itu, ketika dirinya jadi pembicara di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur beberapa tahun lalu.
Hotman Paris mengatakan, dirinya adalah orang Batak pertama dan juga orang non-Islam yang bisa masuk ke Ponpes Tebuireng. Ia bangga akan hal itu. 
 "Bayangkan, akulah putra pertama Batak Kristen yang bisa masuk ke pesantren. Saya juga diberi gelar Gus, makanya nama saya orang Batak pertama dikasih gelar 'Gus'," ujar Hotman Paris, di Ponpes Tebuireng, Senin (3 /2/2020). 
Lantas Hotman Paris langsung bertanya kepada awak media bahwa pemberian gelar tersebut adalah suatu hal yang keren.
"Keren tidak?," tanya Hotman kepada awak media. 
Kemudian, Hotman Paris langsung meninggalkan awak media dengan tertawanya yang khas.
Hotman sendiri mengaku langsung bertolak dari Bali menuju Jombang, setelah mendengar Gus Sholah meninggal dunia.
Sebagai informasi, Hotman Paris diberikan gelar "Gus" oleh Gus Sholah setelah memberikan ceramah berupa motivasi kepada santri-santrinya di Ponpes Tebuireng 2019 lalu.
Sementara Salahuddin Wahid alias Gus Sholah meninggal dunia di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB.