Jenita Janet Beri Gaji ke Suami Lebih Besar dari Manajer Bank

Jenita Janet Beri Gaji ke Suami Lebih Besar dari Manajer Bank

Seperti diketahui, selain sebagai suami, Alief Hedy Nurmaulid juga sekaligus manajer penyanyi dangdut Jenita Janet. Janet pun memastikan kalau gaji yang ia berikan ke suami sangat besar, bahkan lebih besar dari seorang manajer bank.
"Setiap bulan, yang aku bilang, kan 20 persen itu nominal sekali kerja. Anggap satu bulan ada enam, tujuh kali perform, satu kalinya dia dapat 20 persen. Dikali saja sama enam kali atau tujuh kali perform. Jadi nominalnya sangat cukup sekali, lebih dari manager di bank kali," kata Jenita Janet usai sidang di Pengadilan Agama Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).
Jenita Janet bahkan menilai dengan penghasilannya tersebut bisa memenuhi kebutuhan pribadi suaminya. Namun yang membuat perempuan 32 tahun itu kecewa, sang suami tidak bisa memilah mana kebutuhan yang harus didahulukan. Dan keputusan Alief membeli sepedamotor Harley Davidson sangat membuat pelantun "Direject" itu kecewa.
"Sangat bisa cover lah, makanya dia bisa beberapa kali beli moge. Itu yang bikin aku kaget, dia tidak bisa membendung keinginannya, harusnya kita bisa menakar kemampuan," sambungnya.
"Misal makan di resto bintang lima, tapi uang di bintang dua, enggak mungkin kita maksain bintang lima. Maksudnya, kita bisa menakar kemampuan sendiri, mana yang harus diprioritaskan, mending yang pokok dulu deh yang harus dia cukupin," jelas Jenita Janet.
Karena sifat suami ini lah yang memicu Jenita Janet untuk memilih bercerai dari Alief, yang sudah menikahinya selama sembilan tahun.

Jenita Janet [Ismail/Suara.com]
Jenita Janet [Ismail/Suara.com]
"Jadi sebenernya cara berpikirnya aja. Jadi dia belum dewasa. mana yang harus didahulukan, diprioritaskan dari hasil pekerjaan. Bukan masalah uang, saya tidak pernah keberatan dengan berapapun penghasilan suami, yang penting dia bisa mengatur keuangan rumah tangga," jelas Jenita Janet.
"Jangan sampai ada rasa berat sebelah, dan tanggung jawab suaminya jadi berkurang. Yang seharusnya suami meng-cover semua, kalau aku istri yang tega nih, ya dia suami, harus cover hidup aku. Tapi aku nggak keberatan dengan itu, aku melihat, oh kemampuannya seperti itu, saya nggak keberatan. Tapi, jangan sampai karena perasaan tidak keberatan aku jadi alasan dia tidak memprioritaskan apa yang harus dia penuhi dalam keluarga," terang Jenita Janet.