Ayahnya Dikarantina Virus Corona, Bocah Disabilitas di China ini Akhirnya Tewas Karena Kelaparan



Mengkarantina atau menampung warga yang terinfeksi virus corona kini menjadi pemilihan tepat pemerintah China untuk mencegah penyebaran wabah mematikan itu secara lebih luas.
Seperti diketahui, penyebaran virus tipe Novel Corinavirus (2019-nCoV) ini sangat cepat dan mudah, bahkan hanya cukup melalui kontak mata
Karena itu, pemerintah dan tenaga medis di Kota Wuhan, pusat penyebaran virus corona, segera mengevakuasi dan mengkarantina warga yang terinfeksi virus corona.
Namun baru-baru ini heboh dan viral, tindakan itu telah menyebabkan seorang remaja penderita Celebral Palsy meninggal.
Hal itu terjadi karena remaja disabilitas itu ditinggal hidup sendirian, setelah ayah dan saudaranya dikarantina di tengah mewabahnya virus corona.
Yan Cheng, 16 tahun, meninggal dunia akibat kelaparan dan juga dehidrasi, demikian dilansir islampos.com.
Atas kejadian ini, dua pejabat di China, yakni Wali Kota dan Sekretaris Partai Komunis cabang Huajiahe dipecat oleh otoritas China.
Otoritas China juga mengumumkan akan menyelidiki kematian Yan Cheng.
Sementara itu, menurut laporan media lokal, ayah korban sempat meminta tolong via situs Weibo, untuk menjaga anaknya yang berada sendirian di rumah tanpa makanan dan air.