Indonesia Harus Ambil Keputusan, Negara Terpapar Corona Terus Bertambah, Dibawa Wisatawan China



Laporan terbaru dari penyebaran virus corona hingga Selasa (26/1/2020) menyebut, sudah merenggut 82 warga China.

Sementara, sebanyak 2.900 orang di seluruh dunia tercatat positif terpapar virus yang membuat penderitanya jadi seperti zombie itu.

Dalam laporan terbaru pemerintah China itu juga disebutkan, jumlh negara yang terpapar juga bertambah.

Terbaru, Srilanka melaporkan satu kasus positif corona terhadap seorang WNA China yang masuk ke negara itu sebagai wisatawan sejak sepekan sebelumnya.

Wanita berusia 43 tahun itu diketahui berasal dari provinsi Hubei yang beribukota Wuhan, kota pertama ditemuukan corona.

Juru bicara Rumah Sakit Penyakit Menular (IDH) di dekat Colombo mengatakan, kini wisatawan itu tengah menjalani perawatan intensif.

Kementerian Kesehatan Kamboja menyebut, virus tersebut ditemukan menjangkiti seorang pria asal wuhan berusia 60 yang berwisata ke negara itu.

Sama dengan Kamboja, wisatawan itu saat ini tengah menjani isolasi dan perwatan intensif serta dalam kondisi stabil.

Dilansir dari AP, total yang terkonfirmasi adalah China Daratan 2.839 kasus, Hong Kong 8 kasus, Makau 6 kasus, Taiwan 5 kasus.

Australia 5 kasus. Kanada 1 kasus, Perancis 3 kasus, Jepang 4 kasus, Malaysia 3 kasus, Nepal 1 kasus, Singapura 4 kasus.

Korea Selatan 4 kasus, Thailand 8 kasus, Amerika Serikat 5 kasus, Vietnam 2 kasus, Kamboja 1 kasus dan Sri Lanka 1 kasus.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memastikan ada 100 rumah sakit rujukan yang mampu menangani pasien terjangkiti virus corona.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan, sejauh ini sudah 13 pasien suspect yang tengah diobservasi.

“Yang 11 sudah ada hasilnya, semuanya negatif. Dua sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Anung, Senin (27/01).

Sampai dengan kemarin, pihaknya juga memastikan bahwa belum ada masyarakat Indonesia positif terjangkit corona.

Pihaknya menduga, penyebaran corona bisa ditularkan dengan kontak langsung.

“Ini masih kalimatnya diduga, (penularan virus corona) adalah kontak langsung,” terangnya.

“Dari udara yang di dekat juga bisa dikatakan sebagai kontak langsung. Saya menyebutnya bisa airborne (melalui udara), bisa droplet,” lanjutnya.