234 WNI yang Terjebak di Wuhan China akan Diberi Bantuan Rp550 Ribu

Pemerintah China tutup kota Wuhan gara-gara virus Corona

Sebanyak 234 Warga Negara Indonesia saat ini masih terjebak di Wuhan, China, tempat virus Corona pertama kali muncul. Saat ini Pemerintah China memang tengah mengunci masyarakat yang bermukim di Wuhan.
Artinya tidak ada masyarakat yang boleh masuk atau keluar dari kota tersebut. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir persebarat virus tersebut. Namun, kebijakan itu pula yang hingga kini masih menjadi kendala bagi pemerintah Indonesia untuk memulangkan WNI yang berada di sana.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit-Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono  memaparkan bahwa dalam pertemuan lintas Kementerian dan lembaga, telah disusun sejumlah opsi untuk pemulangan. Meski demikian hal tersebut masih menunggu perkembangan dari Pemerintah China terkait status lock down.

Untuk langkah terdekat, lanjut Anung, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan bantuan dana pada WNI yang saat ini masih terjebak di Wuhan. Seperti diketahui, sebelumnya banyak WNI di China yang mengaku mulai kehabisan logistik.
 
"Kemenlu sudah memberikan top up untuk biaya hidup masing-masing diberikan sekitar 250- 280 yuan (sekitar Rp550 ribu) per orang untuk kebutuhan selama semingggu ini," ungkap Anung saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis, 30 Januari 2020.

Selain itu pihak pemerintah juga akan mengirimkan 10 ribu masker yang nantinya akan dibagikan kepada WNI yang berada di China. Saat ini 5 ribu di antaranya sudah dikirikman menggunakan pengiriman lokal, sementara sisanya akan diupayakan pada Jumat mendatang.  

"Yang dilaporkan Kemenlu warga kita yang ada di sana 243 semuanya dalam keadaan sehat, mereka menggunakan pengertian baii, sehat, dsb," kata Anung.

Dalam laporan situasi terbaru WHO, disebutkan sedikitnya 6065 orang di seluruh dunia tertular dan 132 di antaranya meninggal. rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk kembali mengadakan pertemuan darurat mengenai virus corona. Pertemuan ini akan mempertimbangkan apakah mereka akan mengumumkan keadaan darurat kesehatan global.

Dalam serangkaian tweet-nya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menulis bahwa hanya 68 dari lebih dari 6.000 kasus baru virus corona telah dikonfirmasi di luar China. Tetapi ia mengatakan bahwa telah terjadi penularan antar manusia di tiga negara selain China. Hal ini menandakan potensi penyebaran secara global masih mungkin terjadi.